Miliki usaha keagenan TIKET PESAWAT, TIKET BUS, TIKET KERETA API, VOUCHER HOTEL DAN PPOB dengan modal GRATIS (Sub Agen). Info promo keagenan tiket silahkan hubungi admin di WA 087772503233

IbenTravel.Com

Jam Pelayanan online :

Setiap HARI Jam 08.00 s/d 20.00 WIB

Distributor & Platinum Agen Arena Tiket Indonesia
Cabang Cilegon - Banten

==============================

Kantor Pusat :
PT. Arena Tiket Indonesia

Jam Pelayanan : Setiap Hari 24 Jam Nonstop

Jl. Kantil Sono Blotan RT.006, RW.042, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Akta Notaris No. : 87, Tanggal : 18 November 2013
Daftar Perusahaan No. : AHU-0125170.AH.01.09 Tahun 2013
SIUP No. : 503/010333/Mkr/V/2014
TDP No. : 120215202007
NPWP No. : 66.589.515.7-542.000

Sabtu, 04 Mei 2019

Promo Pendaftaran Agen Di Bulan Puasa

Menjelang masuknya Bulan Ramadhan 1440 H,
Mengingat harga tiket pesawat masih sangat tinggi.
Maka dengan ini kami membuka Diskon pendaftaran agen mulai 5 Mei s/d 5 Juni 2019.
Diskon pendaftaran sebesar 50% dari biaya normal yg telah ditetapkan ibentravel.com

Level Sub Agen Rp 100.000 anda cukup membayar Rp 50.000

Level Distributor Rp 750.000 anda cukup membayat Rp 375.000

Silahkan manfaatkan kesempatan ini dengan baik.


Platinum Agen PT Arena Tiket Indonesia

Rabu, 24 April 2019

Berubah! Ini Nama Resmi Bandara Kulon Progo

Yogyakarta - Yogyakarta International Airport (YIA) resmi dipilih sebagai nama bandara baru di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta (DIY). Segala persiapan telah dilakukan Kementerian Perhubungan untuk menyambut operasi perdana pada akhir bulan April ini.

"Nama resmi Yogyakarta International Airport (YIA), atas saran Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY). Dan kita setuju semua," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela meninjau Bandara YIA, Rabu (24/4/2019).

Budi menyampaikan kementeriannya sedang mengusulkan agar operasional perdana bisa ditandai dengan pendaratan pesawat kepresidenan bersama Presiden Jokowi.

"Operasi perdana tunggu waktu presiden untuk landing pertama kali di Kulon Progo, kita harapkan Indonesia 1 yang landing di sini," jelas Budi.

"Kita sedang usulkan ke presiden, untuk melaksanakan penerbangan pertama. Kita harapkan pekan depan, waktunya kita persilakan ke presiden," lanjutnya. 

Sertifikat bandar udara juga telah keluar setelah memenuhi syarat minimum safety dan security. Saat ini Angkasa Pura I tinggal menyelesaikan finishing untuk minimum operasi.

"Terminalnya masih berproses, runway sudah selesai 100 persen dengan kualifikasi paling baik di Indonesia, dari panjang 3.200, lebar 75 meter, dan daya dukung di atas 100, memungkinkan runway ini bisa digunakan untuk pesawat apapun, misalnya 380 airbus, bisa mendarat di sini," terang Budi.

"Bandara satu cerminan dari pemerintah pusat yang akan membuat 'empat Bali', yaitu Danau Toba, Yogyakarta, Mandalika, dan Labuhan Bajo. Borobudur dari sini cukup dekat, artinya turis-turis yang selama ini ke Indonesia lewat Soekarno-Hatta, lewat Bali, diharapkan nanti lewat sini. Yogya sebagai salah satu tujuan wisata, kita kerja sama dengan pemerintah daerah," imbuh Budi.

Sementara itu untuk aksesibilitas calon penumpang YIA, tahap pertama menggunakan kereta api yang bisa diakses dari Stasiun Maguwo dan Stasiun Tugu kemudian berhenti di Stasiun Wojo.

"Juga disiapkan bus Damri, kalau kereta api berangkat dan berhenti di Maguwo dan Tugu, bus akan berhenti ujungnya di Terminal Giwangan," ujar Budi.

"Tapi yang akan datang, atas saran gubernur (DIY), kita akan bangun kereta api langsung dari Yogya ke sini (dalam kompleks bandara). Itu akan selesai kira-kira akhir 2020," pungkasnya.


Sabtu, 20 April 2019

Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat Diusulkan Dihapus

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan batas bawah harga tiket pesawat menjadi 35% dari sebelumnya 30%. Kebijakan ini dinilai tak efektif dan hanya melindungi maskapai penerbangan.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Adriansyah Parman menjelaskan tarif batas bawah harga tiket pesawat seharusnya dihilangkan.

"Soal tarif batas bawah itu kan membatasi fleksibilitas dari perusahaan penerbangan untuk memberikan layanan. Contohnya sekarang kan banyak tiket pesawat dengan harga murah tapi penerbangan pagi atau malam hari. Kan orang pilih berkorban asal murah, masa sudah berkorban tarif nya sama," ujar Adriansyah usai acara peluncuran buku di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019).

Dia menyampaikan kajian ini akan segera diteruskan ke Kementerian Perhubungan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.

Menurut dia batas bawah ini bisa berpotensi membatasi layanan dari maskapai untuk para penumpang.

Sebelumnya Peneliti INDEF Nailul Huda menjelaskan dengan aturan pemerintah terkait batas bawah harga tiket pesawat justru membuat maskapai lebih bebas memilih untuk 'memainkan' harga tiket.

"Adanya aturan ini membuat maskapai bebas untuk menaikkan harga, memang harganya masih dalam range batas tersebut. Tapi ini artinya jika dinaikkan batas bawahnya, maka harga yang paling rendah yang saat ini sudah ditawarkan ke masyarakat akan naik," kata Nailul.

Dia mengungkapkan, aturan ini juga tak dilengkapi insentif untuk perusahaan atau maskapai lain dari duopoli (dua maskapai pemain terbesar) untuk bersaing secara sehat.

"Secara harga yang sehat tak ada insentif, perusahaan atau maskapai besar bisa memanfaatkan ini untuk selalu menggunakan harganya di batas atas karena gap dengan batas bawah semakin kecil," jelas dia.

Nailul menjelaskan, hal ini diduga mengarah ke praktik kartel yang dilakukan oleh dua perusahaan besar, karena bentuk pasar nya mengarah ke bentuk duopoli. Hal tersebut karena tingkat konsentrasi dua perusahaan itu mencapai 96%.


Minggu, 07 April 2019

Menhub Beri Waktu Seminggu Buat Maskapai Turunkan Harga Tiket

Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan waktu satu minggu bagi maskapai nasional untuk menurunkan harga tiket pesawat. Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan langkah-langkah bila harga tiket tak kunjung turun sebagaimana dikeluhkan masyarakat.

Dia meminta masing-masing maskapai memberlakukan tarif bervariasi, yaitu adanya sub kelas tarif. Artinya dalam satu penerbangan, harga tiket yang dijual beragam dari yang termurah hingga tertinggi sesuai ketetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang berlaku.

Dalam seminggu ke depan pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut. Bila maskapai tak mematuhi imbauan penerapan sub kelas tarif, Kemenhub akan membuat aturan yang mewajibkan hal itu.

"Saya akan mengevaluasi dalam 1 minggu ke depan apabila masih tidak tercatat tarif-tarif yang bervariasi sebagian yang terjangkau, maka pemerintah akan memberlakukan ketentuan yang berkaitan dengan subprice," katanya di Kantor PT IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Budi Karya mengatakan, selama ini maskapai diberikan kebebasan untuk menerapkan sub kelas tarif. Tapi jika maskapai dalam seminggu ke depan tak menerapkan itu pemerintah terpaksa membuat regulasinya.

"Jadi kita terpaksa meregulasi. Sekarang pemerintah memberikan kebebasan pada mereka untuk melakukan," sebutnya.

Dia mengatakan, pada dasarnya pemerintah tidak ingin mengintervensi maskapai.

"Kita tidak ingin pemerintah selalu mengintervensi. Saya belum cek detail (harga tiket), apakah itu tidak menurut dengan yang kita pikirkan, tapi dalam hal tidak mengikuti apa yang kita diskusikan, maka kita akan melakukan intervensi," tambahnya.


Sabtu, 30 Maret 2019

Kemenhub Minta Maskapai Lain Ikuti Lion Air Turunkan Harga Tiket

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi apresiasi terhadap maskapai penerbangan yang telah melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, contohnya Lion Air Group.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti pun meminta agar maskapai lain bisa mengikuti langkah Lion Air yang menurunkan harga tiket, atau seperti Garuda Indonesia yang memberikan diskon.

"Apresiasi terhadap maskapai Garuda Indonesia yang memberikan diskon kepada konsumennnya dan Lion Air Group yang melakukan penurunan harga tiket, dan semoga inisiatif ini dapat diikuti pula oleh maskapai-maskapai penerbangan lainnya sehingga minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara kembali meningkat" kata Polana dalam keterangannya, Sabtu (30/3/2019).

Polana juga mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan meminta operator penerbangan untuk mematuhi terkait peraturan baru yang telah disahkan Kemenhub kemarin.

Dia menambahkan, Kemenhub akan mengatur dan mengawasi terkait tarif dengan tujuan melindungi konsumen dari tarif pesawat yang tinggi serta menjaga persaingan sehat di antara maskapai nasional.

"Kami secara terus menerus telah melakukan pengamatan dan pembahasan sejak terjadinya kenaikan tarif tiket pesawat dengan memperhatikan serta keberlangsungan industri penerbangan saat ini," kata Polana.

"Untuk itu, diharapkan kepada seluruh operator penerbangan untuk dapat menindaklanjuti esensi dari dua inti aturan baru yang telah ditetapkan tersebut," tutupnya.


Asyik, Lion Air Group Turunkan Harga Tiket Pesawat

Jakarta - Lion Air Group menurunkan harga jual tiket pesawat untuk seluruh jaringan maskapai penerbangannya baik Lion Air, Wings Air, dan Batik Air. Penurunan harga tiket berlaku mulai hari ini, Sabtu 30 Maret 2019.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan penurunan harga tiket pesawat ini berlaku untuk seluruh penerbangan Lion Air Group.

Kebijakan penurunan harga tiket maskapai Lion Air Group ini juga dilakukan untuk mengakomodir permintaan jasa penerbangan sekaligus meningkatkan aktivitas penerbangan.

"Penurunan harga jual merupakan kesungguhan Lion Air Group untuk menjawab tantangan serta peluang dinamika bisnis/pasar traveling, mengakomodir permintaan jasa penerbangan sejalan meningkatkan aktivitas penerbangan," kata Danang dalam keterangan resminya, Sabtu (30/3/2019).

Danang juga menjelaskan, penurunan harga tiket ini sudah bisa didapatkan di berbagai merchant pembelian tiket Lion Air Group, baik melalui agen perjalanan maupun laman resmi maskapai.

"Travelers bisa mendapatkan tarif tiket (reservasi) melalui agen perjalanan (agent travel), website Lion Air www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri telah merilis aturan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) terkait harga tiket pesawat. Aturan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 dengan turunan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019.

Dalam aturan itu disebutkan, batas bawah tiket pesawat ditetapkan sebesar 35% dari tarif batas atas. Regulasi itu menentukan berbagai hal untuk pertimbangan maskapai mengatur harga tiket, yaitu memperhatikan persaingan yang sehat, perlindungan konsumen serta kewajiban publikasi besaran tarif. 

Jumat, 29 Maret 2019

Garuda Sebut Kalau Harga Tiket Terlalu Murah Industri Bisa Mati

Jakarta - Mahalnya harga tiket pesawat udara masih menjadi sorotan, tak hanya masyarakat tapi juga pemerintah. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan, harga tiket yang diterapkan Garuda saat ini merupakan harga yang sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

Ia menyebut, Garuda sebagai maskapai dengan pelayanan penuh alias full service airline diharuskan menerapkan tarif tiket pesawat 100% tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 14 tahun 2016.

"Mengikuti PM 14/2016. Di pasal 7, Full Service Airlines harusnya pasang harga 100% TBA," tutur dia ditemui di Kantor Pusat Garuda, Tangerang, Jumat (29/3/2019).

Kalaupun ada harga yang lebih murah yang diberikan maskapai pelat merah tersebut, menurutnya itu adalah potongan harga yang diberikan pada momen-momen tertentu saja.

"Kalau ada di bawah itu namanya diskon. Misalkan, Jakarta-Yogyakarta Rp 998.000, itu adalah harga sebenarnya. Kalau hari ini bisa Rp 700.000 itu harga diskon. Nah itu yang sebenarnya terjadi," jelasnya.

Ia menambahkan, bila garuda sebagai maskapai full service diminta menurunkan tarif terlalu murah, dikhawatirkan industri penerbangan akan terganggu.

Ia mengumpamakan sebuah hotel bintang lima yang harusnya menawarkan tarif kamar Rp 5 juta, lalu dipaksa menjual dengan harga Rp 500.000. Maka, hotel dengan kelas terendah yang biasa menjual harga tiket Rp 500.000 akan ditinggal pelanggan. Pelanggan tentu akan lebih memilih hotel mewah ketimbang hotel sederhana bila tarif sama.

"Bintang 5, best cabin crew, pesawatnya baru semua, masa (Garuda) harus bersaing sama LCC (low cost carier/penerbangan berbiaya hemat), nggak bisa dan nggak boleh. Itu akan mematikan industri," tandas dia.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Ibentravel.com